Senin, 25 Mei 2020

#Bulughul_Maram

#Kitab_Thaharah

Sucinya air laut

1. Dari Abu Hurairah -radhiyallahu'anhu- ia berkata, Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam- bersabda berkenaan dengan air laut :

هو الطهور ماؤه الحل ميتته. أخرجه الأربعة, وابن أبي شيبة واللفظ له, وصححه ابن خزيمة والترمذي، ورواه مالك والشافعي وأحمد.

"Laut suci airnya dan halal bangkainya."
(HR. Imam yang empat dan Ibnu Abi Syaibah dan ini lafadznya, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan At-Tirmidzi, diriwayatkan juga oleh Malik, As-Syafi'i, dan Ahmad).

Pelajaran hadits :

1. Sebab wurud hadits ini adalah kisah seorang lelaki yang berkata : "kami sedang di perahu, air yang kami bawa air hanya cukup untuk minum, jika kami pakai wudhu maka kami akan kehausan, apakah kami boleh berwudhu dengan air laut?" Maka hadits diatas adalah jawabannya. Menjadi pelajaran bahwa hendaknya kita bertanya kepada orang yang berilmu tentang perkara yang tidak kita ketahui dalam agama ini.

2. Dalil bahwa air laut suci dan mensucikan hadats kecil dan besar dan boleh dipakai menghilangkan najis karena ia adalah air yang tetap sebagaimana penciptaannya.

3. Dalil halalnya bangkai yang berasal dari laut yaitu hewan laut yang mati tanpa disembelih seperti ikan dan hewan laut lainnya, bukan bangkai sembarangan.

4. Hendaknya seorang yang berfatwa agar pandai melihat keadaan orang yang meminta fatwa sehingga memberikan jawaban yang pas dan faedah yang berguna dikemudian hari. Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam- tidak cuma menjawab pertanyaan tentang hukum berwudhu dengan air laut, akan tetapi juga menambahkan faedah yaitu boleh memakan bangkai laut (ikan dll).

Wallahu a'lam.

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi.
_______________

Ayo bergabung di channel telegram bulughul_maram

https://telegram.me/bulughul_maram
#Bulughul_Maram #20

#Kitab_Thaharah

#Bab_Membersihkan_Najis_dan_Penjelasannya

[Cara membersihkan pakaian dari darah haid]

30. Dari Asma' binti Abu Bakar -radhiyallahu'anhuma-, Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam- bersabda berkenaan dengan pakaian yang terkena darah haid :

تَحُتُّهُ, ثُمَّ تَقْرُصُهُ بِالْمَاءِ, ثُمَّ تَنْضَحُهُ, ثُمَّ تُصَلِّي فِيهِ

"Bersihkan darah yang menggenai pakaiannya dengan menggosoknya dengan jari, lalu memercikinya dengan air. Kemudian shalat dengan pakaian tersebut." (Muttafaqun 'alaihi)

Pelajaran hadits :

1. Asma' binti Abu Bakar -radhiyallahu'anhuma- adalah salah seorang sahabiyah yang awal masuk islam, dinikahi oleh Az-Zubair bin Al-Awwam, berhijrah ke Madinah dalam keadaan mengandung Abdullah bin Az-Zubair. Asma' hidup sampai kekhalifahan anaknya Abdullah bin Az-Zubair, kemudian meninggal diumurnya yang ke-100 tahun tidak lama setelah terbunuhnya anaknya tahun 73 H -radhiyallahu'anhuma-.

2. Dalil bahwa darah haid (termasuk darah istihadhah) adalah najis yang wajib dibersihkan baik banyak atau sedikit. Begitu juga darah lainnya secara umum sebagaimana pendapat As-Syafi'i. Adapun darah lainnya jika sedikit atau terus menerus karena luka maka dimaafkan (tidak najis).

3. Dalil wajibnya mencuci pakaian yang terkena darah haid, yaitu dengan menghilangkan zat darah dan baunya dengan cara menggosok, kemudian mencucinya dengan air sampai bersih dan tidak dipersyaratkan jumlah tertentu dalam mencuci. Adapun jika bau dan darahnya sudah hilang namun tersisa bekasnya berupa warna, maka tidak mengapa.

4. Dalil bolehnya shalat dengan pakaian yang sudah terkena haid jika pakaian itu sudah bersih.

5. Air adalah zat yang paling cocok menghilangkan najis, walaupun menggunakan cairan lainnya juga boleh sebagaimana pendapat ulama.

6. Gambaran kehidupan para sahabat dimana istri mereka hanya mempunyai satu pakaian saja yang digunakan saat haid dan juga digunakan shalat. Walaupun demikian, mereka orang yang paling bahagia karena hakikat kekayaan adalah kaya hati, bukan kaya harta. Hari ini betapa banyak yang punya pakaian tapi tidak pernah mensyukuri dan masih merasa belum cukup.

7. Sedikitnya pakaian sama sekali bukan penghalang untuk tidak shalat, berbeda hari ini dimana banyak yang mempunyai pakaian yang bagus dan bersih tapi tetap juga meninggalkan shalat, semoga Allah memberikan mereka hidayahNya.

Wallahu a'lam.

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi -hafidzahullah-
_________________
Ayo bergabung di channel telegram bulughul_maram

https://telegram.me/bulughul_maram

Minggu, 10 Maret 2019

**PESANKAN UNTUKKU SATU KAMAR DI NERAKA !**

*_Kisah nyata_*

Suatu hari, seorang gadis yang terpengaruh dengan cara hidup masyarakat Barat menaiki sebuah bis mini untuk menuju ke tujuan di wilayah Iskandariah (Egypt).

Malangnya walaupun tinggal di bumi yang terkenal dengan tradisi keislaman, pakaian gadis tersebut sangat menyolok mata. Bajunya agak tipis dan seksi hampir terlihat segala yang patut disembunyikan bagi seorang perempuan dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya.

Usia nya sekitar 20 tahun.

Di dalam bis itu ada seorang tua yang dipenuhi uban dan menegurnya.

_“Wahai pemudi_
_Alangkah baiknya jika kamu berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama Islam kamu, itu lebih baik daripada kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi mangsa pandangan liar kaum lelaki…”, nasehat orang tua itu_

Namun, nasehat itu dijawab nya dengan jawaban mengejek,

“Siapakah kamu hai orang tua?

Apakah di tangan kamu ada kunci surga? Atau adakah kamu memiliki sejenis kuasa yang menentukan aku bakal berada di surga atau neraka?

Setelah menghamburkan kata-kata yang sangat mengiris perasaan orang tua itu, gadis itu tertawa mengejek panjang. Tidak cukup dengan itu, si gadis lantas coba memberikan telepon genggamnya kepada orang tua tadi sambil melafadzkan kata-kata yang lebih dahsyat,

“Ambil handphone-ku ini dan hubungilah Allah serta tolong pesankan sebuah kamar di neraka jahannam untukku,” katanya lagi lantas ketawa terkekeh-kekeh tanpa mengetahui bahwasanya dia sedang mempertikaikan hukum Allah dengan  biadab.

Orang tua tersebut sangat terkejut mendengar jawaban dari si gadis manis itu. Sayang wajahnya yang ayu tidak sama dengan perilakunya yang buruk.

Penumpang-penumpang yang lain turut terdiam ada yang menggelengkan kepala kebingungan.

Semua yang di dalam bis tidak menghiraukan gadis yang masih muda yang tidak menghormati hukum itu dan mereka tidak mau menasehatinya karena khawatir dia akan menghina agama lebih parah lagi.

Sepuluh menit kemudian bis pun tiba di perhentian. Gadis seksi bermulut lancang tersebut didapati tertidur di muka pintu bis. Pemandu bis termasuk para penumpang yang lain membangunkannya tapi gadis tersebut tidak sadarkan diri. Tiba-tiba orang tua tadi memeriksa nadi si gadis. Sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya. Gadis itu telah kembali menemui Rabbnya dalam keadaan yang tidak disangka. Para penumpang menjadi cemas dengan berita yang menggemparkan itu.

Dalam suasana kalang kabut itu, tiba-tiba tubuh gadis itu terjatuh ke pinggir jalan. Orang-orang segera berbuat untuk menyelamatkan jenazah tersebut. Tapi sekali lagi mereka terkejut. Sesuatu yang aneh menimpa jenazah yang terbujur kaku di jalan raya. Mayatnya menjadi hitam seolah-olah dibakar api. Dua, tiga orang yang coba mengangkat mayat tersebut juga keheranan karena tangan mereka terasa panas dan hampir terbakar begitu menyentuh tubuh si mayat. Akhirnya mereka memanggil pihak keamanan untuk mengurusi mayat itu.

Apakah keinginannya memesan sebuah kamar di neraka dikabulkan Allah? Naudzubillah…,

Sesungguhnya Allah itu Maha Berkuasa di atas segala sesuatu.

Saudara-saudariku,
Alangkah baiknya jika kisah nyata ini kita jadikan bahan renungan dan pelajaran kita sebagai seorang muslim. _*Jangan sekali-kali kita mempermainkan hukum Allah maupun Sunnah Rasul-Nya ﷺ dengan senda gurau atau dengan mengejek.*_

Semoga bermanfaat.

Sabtu, 03 Maret 2018

Biografi Abu Bakar Ash-Shiddiq Radliallaahu'anhu


-   Biografi  Shahabat Abu Bakr As-Siddiq radhiyallaahu 'anhu -
Nama Abu Bakr As-Siddiq radhiallahu'anhu tidak asing bagi umat Islam, baik dulu maupun sekarang. Dia adalah orang yang dianggap paling hebat dalam sejarah Islam setelah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Kemuliaan karakternya, kemurahan hatinya dalam mengorbankan kekayaan dan kekayaannya, kebijaksanaannya dalam memecahkan masalah orang-orang, penghiburannya dalam kesulitan, kerendahan hati dalam kekuasaannya dan bahasanya yang lembut dan menarik hampir tidak sulit dibandingkan dengan masa lalu dan sekarang. Dia adalah sahabat terbaik Nabi dan yang paling dicintai.
  
Nama sebenarnya Abu Bakr As-Siddiq adalah Abdullah Bin Qahafah . Sebelum Islam, dia adalah seorang pedagang yang sangat kaya dan berasal dari keluarga bangsawan yang sangat dihormati oleh masyarakat Quraisy. Bahkan sebelum memeluk Islam, Abu Bakr terkenal sebagai Quraisy berpangkat tinggi dan tidak pernah minum alkohol seperti yang dilakukan orang-orang Quraish lainnya.

Dari segi usia, Abu Bakr radhiallahu'anhu dua tahun lebih muda dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan telah menjalin persahabatan erat dengan para Rasul jauh sebelum era kenabian. Dia adalah tokoh pendamping yang seharusnya mengorbankan yang terbaik untuk membangun Islam selain Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Karena keagungan pengorbanannya, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam pernah mengatakan bahwa Islam berdiri tegak di atas properti Khadijah dan pengorbanan Abu Bakr. Judul As-Siddiq yang diberikan kepadanya adalah karena sikapnya yang selalu menegaskan apapun kata-kata dan tindakan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam .


Kita tahu ini sebagai cerita yang diceritakan oleh Ibn Mas'ud radhiyallahu'anhu yang secara pribadi mengatakan kepadanya oleh Abu Bakr, tentang bagaimana Abu Bakr memeluk Islam. Abu Bakr radhiyallahu'an saat menceritakan sebuah cerita tentang dirinya kepada Ibn Mas'ud radhiyallahu'anhu:


"Saya telah mengunjungi orang tua di tanah Yaman, dan dia pekerja keras dalam membaca tulisan suci dan mengajar banyak murid,  berkata kepada saya:  " Saya kira Anda berasal dari Tanah Suci. "Baiklah," jawab saya,  "Saya pikir bangsa Quraish?" "Ya," kataku lagi. "Dan apa yang saya lihat, tuan keluarga Taizu  ?"  "Benar," saya menambahkan orang  tua itu .  , "Ada satu hal lagi yang ingin saya tanyakan kepada Anda, itu tentang tuan Anda sendiri. Tidak keberatan jika aku melihat perutmu? Pada saat itu saya berkata, "Saya tidak ingin menunjukkannya kepada Anda selama Anda tidak mengatakan yang sebenarnya kepada saya. Orang tua itu berkata, "Saya benar-benar melihat dalam sains sejati bahwa seorang nabi Allah akan dikirim ke Tanah Suci, sang nabi akan dibantu oleh dua sahabatnya, seorang pemuda dan satu setengah usianya. dalam segenap hati dan menjadi pelindungnya dalam kesusahan. Sementara yang separoh usia itu putih kulitnya dan berbadan kurus, ada tahi lalat di perutnya dan ada suatu tanda di paha kirinya. Apalah salahnya kalau tuan perlihatkan kepadaku.  Maka sesudah dia mengatakan itu aku pun membuka pakaianku lalu Orang tua itu melihat tahi lalat hitam di pusat pusat   Org berkata, "Demi TUHAN semesta alam, tuanlah orang itu! Lalu orang tua itu memberi saya beberapa saran. Saya tinggal di Yaman untuk beberapa waktu untuk mengurus bisnis saya dan sebelum meninggalkan negara saya sekali lagi pergi menemui orang tua itu untuk mengucapkan selamat tinggal padanya.   Lalu dia bertanya, "Bisakah Anda memberi tahu saya beberapa ayat saya?
"Ya," jawab saya.

Setelah itu saya membawa para penyair kembali ke Mekkah. Ketika saya tiba di Mekah, orang-orang muda itu bergegas mengunjungi saya sambil berkata, "Anda tahu apa yang terjadi? Lalu saya berkata," Apa yang terjadi? Mereka menjawab, "Anak yatim piatu Abu Thalib sekarang mengaku sebagai seorang Nabi! Jika Anda tidak mengingat Abu Bakr, kami telah melakukannya untuk Anda, Andalah satu-satunya yang bisa kami selesaikan.


Kemudian saya meminta mereka untuk pulang saat saya pergi menemui Muhammad. Setelah bertemu dengannya, saya juga berkata, "Wahai Muhammad, Anda telah menodai posisi keluarga Anda dan saya telah mendengar bahwa Anda telah benar-benar menyimpang dari kepercayaan nenek moyang kita,  jadi dia berkata," Bahwa saya adalah utusan Allah yang diutus kepada Anda dan untuk semua orang! Saya bertanya kepada raja, "Apa buktinya?  Jawabannya adalah," Orang tua yang Anda temui di Yaman pada hari itu. Saya menambahkan, "Orang tua mana yang Anda maksud karena banyak orang tua yang saya temui di Yaman?  Dia melanjutkan," Orang tua yang mengirim puisi kepada Anda!



Saya terkejut mendengarnya dan bertanya, "Siapa yang telah memberi tahu Anda, sahabat terbaik saya?  " Raja berkata, "Malaikat yang telah bertemu dengan para nabi di hadapanku. Akhirnya saya berkata, "Rentangkan tangan Anda, bahwa saya sesungguhnya tidak bersaksi bahwa saya tidak menyembah selain Allah, dan Anda (Muhammad) adalah utusan Allah.



Ini adalah kisah indah yang menceritakan bagaimana Islam adalah Abu Bakr. Dan menurut sejarahnya dia adalah orang pertama yang mempercayai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam




Abu Bakan As-Siddiq telah membawa pendukung besar bangsawan Quraish karena pengaruh Islamnya bahwa beberapa bangsawan Quraish seperti Saiyidina Uthman Bin Affan, Abdul Rahman Bin Auf, dan Saad Bin Waqqas mengikuti jejak mereka. Sejak dia masuk Islam, Abu Bakr menjadi pembela Islam yang paling penting dan salah satu sahabat paling terkenal dan paling dicintai Nabi sallallaahu 'alaihi wasallam. 



Sebagai bukti yang menunjukkan cintanya kepada Abu Bakr kita dapat mengetahui dari sebuah dialog antara Rasul dan Amru Bin Al As. Amru seorang teman Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam pernah bertanya kepada seorang Rasul suatu hari nanti, "Siapakah di antara manusia yang paling dicintai?Dia menjawab, "Aishah, dan jika seseorang adalah ayahnya".


Selain itu, Abu Bakr As-Siddiq adalah teman yang terkenal karena keteguhan iman, kekayaan, moralitas tinggi, kelembutan dan kelembutannya. Rasulullah saw. Memuji teman-temannya dengan ucapannya, "Jika Abu Bakar As-Siddiq percaya kepada iman semua orang, maka bobot iman Abu Bakr." Jadi, iman Abu Bakr cukup kuat bagi kita untuk mempertimbangkan makna yang terkandung dalam sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam tentang dia. Judul As Siddiq oleh Abu Bakr adalah karena sikap dan tekadnya dalam pembenaran dan pembelaan Rasul. Jika seluruh umat manusia akan menolak Muhammad Shalallahu '

Tidak lama setelah beralih ke Islam, Abu Bakar, yang dikenal sebagai pedagang kaya, telah meninggalkan perdagangannya dan meninggalkan semua urusan pribadi lainnya dan menyerahkan kekayaan dan jiwanya kepada perjuangan untuk menegakkan Islam dengan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Dia telah mengorbankan semua harta bendanya untuk menebus orang-orang tawanan, orang-orang yang ditangkap atau disiksa. Selain itu ia juga membeli anak laki-laki yang kemudian membebaskannya. Salah satu pelayan yang dia beli kemudian merilis yang paling terkenal dalam sejarah adalah Bilal Bin Rabah.

Ketika Nabi Muhammad selesai melakukan Isra 'dan Mi'raj sekelompok orang yang tidak percaya dengan apa yang telah dilaporkan oleh Nabi shallallahu' alaihi wasallam datang ke Abu Bakr untuk mendengar apa pendapatnya tentang klaim Muhammad. Tujuan kedatangan mereka adalah untuk mendapatkan Abu Bakr tidak lain dari prasangka, tentu saja Abu Bakr kali ini akan menyangkal cerita yang tidak masuk akal di pikiran mereka. Ketika pertanyaan diajukan ke Abu Bakar maka dia berkata, "Apakah Muhammad mengatakannya? " Mereka menjawab, "Ya! Abu Bakr berkata,  "Jika Muhammad mengatakannya maka memang benar apa yang dia katakan." Kemudian mereka terus terhubung,"Anda percaya pada Abu Bakr bahwa Muhammad datang ke tanah Syam lebih dari sebulan di rumah, tadi malam?" Abu Bakr berkata, "Ya, saya percaya, dan saya percaya kepadanya, dan saya percaya pada berita tentang langit yang dia beritakan baik di siang dan malam hari." 


Begitu hebatnya respons teman terbaik. Karena keyakinannya yang kuat dan tegas terhadap agama yang dibawa oleh Muhammad dan terhadap apa yang dia peringatkan, dia diberi oleh Nabi dengan gelar As-Siddiq.


Dan tidak mengherankan bila sikap Abu Bakr. Dia telah mengenal Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam tidak sehari, tapi dikatakan sebagai manusia. Dia tahu bahwa sahabatnya benar, tidak pernah berbohong, jujur. Mustahil bagi Muhammad untuk menjadi pengkhianat bagi para pengikutnya yang percaya kepadanya. Dia percaya temannya adalah Rasulullah Yang Maha Esa, menerima wahyu dari Tuhannya. Dia memiliki iman yang kuat.

Ketika kekejaman orang-orang Quraish orang Quraisy kepada beberapa orang Muslim di Makkah menjadi semakin berbahaya, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengadakan sebuah pertemuan di rumah Abu Bakr untuk menemukan jalan keluar dari kesulitan yang dihadapi umat Islam. Saat itulah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjelaskan kepada Abu Bakr bahwa Allah telah memerintahkannya untuk pindah ke Madinah dan meminta Abu Bakar untuk menemaninya dalam hal terjadi migrasi. Tanpa sedikit pun perhatian Abu Bakr menyambut baik permintaan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Dari pintu belakang rumah Abu Bakr, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersama dengan Abu Bakr menuju ke Gunung Tsaur dan bersembunyi di sebuah gua bernama Tsaur Tsaur. Ketika situasi sangat kritis, Abu Bakr diserang kegelisahan dan kegelisahan karena khawatir musuh bisa mengetahui dari mana Rasulullah bersembunyi, maka pada saat itu ayat Alquran diturunkan dari Surat Taubah yang memuji Abu Bakr As-Siddiq sebagai kedua setelah Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam di Gua Tsaur. Sementara itu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memahami situasi dan kecemasan rekannya, yang oleh Rasul kemudian berkata, "Apa yang mengganggu Anda, apakah Allah tidak menyertai kita?

Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam meriwayatkan bahwa dia mengatakan lebih lanjut untuk menghilangkan kekhawatiran Abu Bakr, "Semoga mereka masuk ke dalam gua ini, kita masih bisa lolos dari pintu belakang ," kata Rasulullah, sambil menunjuk ke belakang, Abu Bakr menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya dia saat melihat pintu belakang yang ditunjukkan oleh Rasul, meski pintunya tidak ada sama sekali. Sebenarnya ketakutan Abu Bakar tidak ada di dalam gua karena dia takut hidupnya akan diambil oleh musuh tapi semakin dia takuti adalah keselamatan jiwanya. Dia pernah berkata,"Yang saya khawatirkan bukan tentang diri saya, jika saya terbunuh, orang yang terbunuh hanyalah manusia biasa, tapi jika bisa membunuhnya maka yang akan dimusnahkan adalah cita-cita murni murni yang akan runtuh adalah keadilan dan itu akan berdiri. tirani. "

Ucapan antara dua sahabat saat di dalam gua disebutkan di dalam Al Qur'an dalam Surah At Taubah ayat 40 : "Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad) saat dia digerakkan oleh orang-orang kafir (dan kampung halamannya), dalam kedua kasus tersebut dalam suatu gua, di kala itu dia (Muhammad) mengatakan kepada sahabat karibnya (Abu Bakar): Jangan engkau bersedih hati, sesungguhnya Allaah bersama kita.  Allaah  menurunkan ketenangannya kepadanya, dan dikuatkannya dengan tentara yang tidak kamu lihat. dan  Allaah  membuat perkataan orang yang kafir itu adalah yang terendah dan firman  Allah  sangat tinggi, dan Allah  adalah Maha Kuasa dan Bijaksana. "

Ini adalah hak istimewa lain dari Abu Bakr As-Siddiq sebagai teman yang sama-sama lelah dan pahit dengan Rasulullah dalam menyampaikan seruan Islam. Abu Bakr tidak berpisah dengan Rasulullah selama hidupnya dan mengikuti semua peperangan yang dihadapinya. Dia tidak hanya berusaha untuk menegakkan Islam dengan seluruh jiwanya dan bahkan kekayaannya. Dia adalah orang paling kuat yang mengorbankan kekayaan untuk menegakkan Islam. Bahkan kekayaannya telah habis demi perjuangan menegakkan hukuman Tuhan . Di antara teman-temannya adalah orang yang paling dermawan dan dermawan.

Dalam Pertempuran Tabuk, misalnya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah meminta umat Islam untuk mengorbankan harta mereka di jalan Allah. Tiba tiba Abu Bakr mengambil semua barang miliknya dan menempatkan mereka di antara kedua tangan Rasulullah. Melihat banyaknya harta yang dibawa oleh Abu Bakar untuk tujuan jihad itu, maka Rasulullah menjadi terkejut lalu berkata kepadanya: 

"Hai sahabatku yang budiman, kalau sudah semua harta bendamu kau korbankan apa lagi yang akan engkau tinggalkan buat anak-anak dan istrimu? 
Pertanyaan Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam dijawab oleh Abu Bakr As-Siddiq dengan senyum tenang, dia berkata, "Saya pergi untuk mereka Allah dan Rasul-Nya."


Demikianlah kebesaran jiwa Abu Bakr As-Siddiq, sebuah contoh kemurahan hati yang tak tertandingi di dunia ini. Melihat kebesaran pengorbanannya pada Islam, wajar bila Nabi mengatakan bahwa penegakan Islam adalah karena harta Khadijah dan Abu Bakr As-Siddiq . Sama seperti Rasul mengatakan bahwa iman semua ummah ditimbang dengan iman Abu Bakr maka bobot iman Abu Bakr . Dia memang manusia luar biasa yang telah ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi teman Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam.

Pada suatu saat Nabi membaca sebuah khotbah yang antara lain menyatakan bahwa kepada seorang hamba Allah dipersembahkan untuk memilih dunia dan untuk memilih pahala yang tersedia bagi Allah, dan hamba Tuhan tidak akan memilih dunia, namun memilih apa yang tersedia di hadapan Allah ... Jadi ketika mendengar khotbah Nabi adalah Abu Bakar maka menangis terisak-isak, sedih dan terbebani karena dia mendengar dan mengerti bahwa isi khotbahnya adalah bahwa kehidupan kehidupan Nabi di dunia ini sudah hampir berakhir. Dengan demikian superioritas dan kefasihan Abu Bakr dibandingkan dengan teman-teman lainnya.

Keunggulannya bisa dilihat dengan jelas setelah wafatnya Nabi pada saat umat Islam hampir panik dan tidak percaya pada kematiannya. Bahkan teman-teman besar Umar bin Khattab sendiri diselimuti pikiran pikiran dan tampak ke publik karena menantang siapa saja yang berani mengatakan bahwa dia telah meninggal. Umar berkata, "Rasulullah saw. Tidak mati, dia hanya pergi kepada Allah hanya seperti meninggalnya Musa yang telah lenyap dan bangsanya selama empat puluh hari, lalu kembali ke bangsanya setelah ketakutan akan kematiannya.

Saat kejatuhan terjadi Abu Bakr berada di sebuah desa. Saat kabar kematian Nabi datang kepadanya, dia langsung pergi ke Madinah. Di sana ia menemukan banyak orang mendengarkan pidato Umar bin Khattab. Tanpa penundaan, Abu Bakr pergi ke rumah putrinya Siti Aisyah dan di sana ia menemukan mayat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam terbaring di salah satu sudut rumah. Dia kemudian membuka wajah Nabi dan menciumnya, berkata, "Oh, betapa cantiknya Anda saat Anda hidup dan betapa cantiknya Anda saat Anda mati!" Lalu dia keluar untuk membuat orang banyak panik dan kemudian berkata dengan suara keras:

"Wahai Muslim! Siapa pun yang memuja Muhammad, maka Muhammad sudah mati, tapi siapapun yang memuja Allah maka Allah tidak akan pernah mati." . Sambil membaca sebuah ayat dari Al Qur'an: "Muhammad tidak lebih dari seorang rasul seperti rasul sebelumnya, jika dia mati atau terbunuh, mungkinkah Anda mundur ke belakang? Siapa pun yang kembali, dia tidak akan menyakiti Allah dan sesungguhnya Allah akan membalas orang-orang yang bersyukur. "

Setelah mendengar ayat tersebut, Umar ibn Khattab terus jatuh sampai dia dan orang-orang Muslim yang telah mendengar pidatonya mendapat kepastian bahwa Nabi telah meninggal dunia. Orang-orang Muslim pasti pernah mendengar ayat ini sebelumnya, karena ayat tersebut telah turun saat pertempuran Uhud, ketika Rasulullah saw. Telah terbunuh dan menyebabkan banyak pejuang Muslim mundur ke Madinah. Tapi mereka tidak mengerti arti dari ayat ini seperti yang dipahami oleh Abu Bakr. Ini jelas menunjukkan kecerdasan Abu Bakr As-Siddiq dalam memahami Islam.

Ketika Nabi wafat, dia tidak meninggalkan pesan tentang siapa yang harus menggantikannya sebagai Khalifah ummah Islam. Tapi setelah berdiskusi panjang dengan kaum muslimin, Abu Bakar As-Siddiq memilih Khalifah setelah namanya dinominasikan oleh Umar Ibnul Khattab. Pemilihan ini tentu benar karena di mata kaum muslimin memang yang paling layak memegang posisi mengingat keuntungan dari sesama lainnya. Apalagi dia telah ditunjuk oleh Rasul selama hidupnya untuk menggantikannya sebagai imam sholat saat dia sakit.

Setelah dipilih oleh sebagian besar umat saat Abu Bakr As-Siddiq menyampaikan pidatonya yang terkenal antara lain, dia berkata:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5JHp2xVefFAdNznU0f-eoDlVnVe52MpcG1W-j4HuQI4-xoORMzNQ8yr_EVvyd9lqutjheW1Br-Hie6bPMIyPVBWTcm3zzU_DtlLQg7fWAUtH3IPEKTYLY2pdaH2H81JrPZVtdPwfLtuY/s400/venezia-islam-3.jpg"Wahai orang-orang terkasih saya, saya telah dipilih sebagai pemimpin Anda, tapi saya bukanlah yang terbaik di antara Anda, jadi jika pemerintahan saya baik, maka dukunglah, tapi jika tidak baik, maka perbaiki  orang miskin di antara Anda. Saya harus membantunya mendapatkan haknya, sementara orang kuat di antara kamu lemah di sisi saya, jadi saya harus mengambil hak orang lain yang ada di pihaknya, untuk dikembalikan kepada orang yang memiliki hak untuk meyakinkan saya, saat saya mematuhi Allah dan Rasul-Nya. Jika saya tidak taat kepada Tuhan, maka anda tidak boleh taat kepada saya.



Saya dipilih untuk memimpin bisnis ini ketika saya menolak menerimanya. Demi Tuhan aku ingin benar jika ada di antara kamu yang berbicara untuk bisnis ini. Ketahuilah jika Anda meminta saya untuk melakukan apa yang Rasulullah katakan tentang 'Alaihi Wasallam sebenarnya saya tidak bisa. Rasulullah saw adalah hamba Allah yang menerima wahyu dari Allah, oleh karena itu dia dipelihara dari kesalahan, sementara saya adalah manusia biasa yang tidak memiliki keuntungan apapun dari Anda. "


Itu adalah reformasi dalam pemerintahan yang tidak pernah diketahui oleh penguasa Romawi dan Persia yang memerintah dunia barat dan timur saat itu. Dia telah mengikuti manifesto politiknya. Dia hidup seperti orang biasa dan tidak suka dibanggakan. Diriwayatkan bahwa pada suatu waktu seseorang memanggilnya, "Ya Khalifah! Dia segera membingungkan orang tersebut dengan mengatakan: " Saya bukan Khalifah Allah, saya hanyalah Khalifah Rasul-Nya!

Diriwayatkan bahwa keesokan harinya, suatu hari setelah dia terpilih menjadi Khalifah, Abu Bakr tampaknya membawa bisnisnya ke pasar. Beberapa orang yang melihatnya mendekatinya, di antaranya Abu Ubaidah Bin Jarrah. Pendamping yang hebat mendekatinya dan berkata, "Bisnis Khalifah tidak bisa ditangani dalam bisnis." Kemudian Abu Bakr bertanya, "Jadi bagaimana saya hidup, dan bagaimana saya mendapatkan rumah saya?" Sangat menyedihkan bahwa nasib Abu Bakr karena posisinya sebagai Kepala Negara namun tidak ada lagi keputusan untuk menjadi kepala negara Islam untuk mendapatkan gaji.


Situasi ini mendapat perhatian dari teman-teman dan mereka cukup menentukan tunjangan untuknya dan keluarga yang diambil dari Baitul Mal. Kemudian Khalifah Abu Bakr meninggalkan usaha usahanya untuk memusatkan seluruh kekuatannya untuk memperluas Islam dan melaksanakan tanggung jawabnya sebagai Khalifah. Selama menjalankan tugasnya sebagai Khalifah umat Islam ia hanya menerima enam ribu dirham bayar setahun. Alokasi itu tidak dihabiskan untuk kebutuhan sendiri bahkan sebelum kematiannya memerintahkan agar pendapatannya dikembalikan ke Baitul Mal.


Sebelum dia meninggal, ke Umar bin Khattab dia memperingatkan untuk tidak mengabaikan tubuhnya saat dia meninggal dunia ke rahmatullah, tapi dia harus segera mengirim pasukan ke Irak untuk membantu Al Muthanna yang sedang berperang di Irak. Abu Bakr tidak lupa mengingatkan Umar tentang apa yang dia lakukan pada saat kematian Nabi dan bagaimana cintanya kepada Rasulullah dan perhatiannya terhadap tubuh sucinya tidak mengabaikannya dan melaksanakan tugasnya meski hal itu sangat berat bagi jiwanya. Dengarkanlah beberapa perkataannya kepada Umar Ibnul Khattab.

"Dengarkan saya, Umar, apa yang akan saya katakan ini dan lakukan: Saya berharap untuk kembali ke hadirat Allah hari ini, jadi sebelum matahari terbit besok, Anda harus mengirim Al Muthanna kepada Anda. dan urusan agama dan kehendak Allaah Anda telah melihat apa yang telah saya lakukan saat Rasulullah saw. meninggal saat Rasulullah saw. adalah bencana bencana yang tidak pernah menimpa umat manusia untuk kepentingan Allah, jika pada saat itu saya mengabaikan perintah Allah dan Rasul-Nya, Tentu saja kita telah jatuh dan mendapat hukuman tuhan, dan tentunya kota Madinah ini telah menjadi lautan api. "

Selama masa pemerintahannya yang singkat, Abu Bakar As-Siddiq, yang memerintah hanya dalam dua tahun, telah meletakkan dasar bagi pengembangan pemerintahan Islam yang kuat dan kuat setelah berhasil mengatasi berbagai masalah domestik dengan segala kebijaksanaan dan kewibawaannya. Dia telah memenuhi semua janjinya dan dalam waktu dua tahun masa pemerintahannya telah dibentuk sebuah rantai sejarah Islam yang merupakan lembaran abadi.

Kehidupan Abu Bakar As-Siddiq penuh dengan nasehat, penuh dengan ajaran mulia dan kenang-kenangan. Selama dua tahun masa pemerintahannya, dia berhasil menumpuk pilar dan kekuatan Islam. Dia telah mengembangkan kekuatan penting untuk pelestarian agama umat Islam dan kebesaran Islam. Dia bahkan mengakhiri pemerintahan yang dipimpinnya dengan menundukkan sebagian dari negara bagian Suriah dan bagian dari Irak, dia kembali ke rahmatullah dengan dadanya yang lebar, saat dia berusia 63 tahun. Dia dikuburkan di samping makam Nabi di Masjid Nabawi. 


Semoga sejarah dan perjuangannya menjadi contoh pemujaan murni bagi semua umat Islam.



Sabtu, 21 Desember 2013

Beda Abu Lahab dengan Abu Jahal


BANYAK yang menyangka kalau Abu Lahab dengan Abu Jahal itu satu orang. Sebenarnya dua orang. Abu Lahab itu paman Nabi Muhammad SAW, sedangkan Abu Jahal tidak ada hubungan darah dengan nabi. Nama Abu Lahab yang sebenarnya adalah Abdul Uzza bin Abdul Muthalib, sedangkan nama Abu Jahal yang sebenarnya adalah Abdul Hakam bin Hisyam.
Tentang Abu Lahab
Ia adalah tokoh kuffar Quraisy yang sangat membenci Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam yang dibawanya. Dialah yang mempermalukan Nabi di depan umatnya dengan ucapan yang hina, “Celaka engkau hai Muhammad! Apakah ini maksudmu mengundang kami kemari?” kata Abu Lahab dengan sangat marah saat nabi sedang berkhutbah di kaki bukit.
Karena kelancangannya itulah, pada hari itu juga Allah mempermalukan Abu Lahab dengan turun Surat Al-Lahab : “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka). Dan (begitu pula istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.” (QS. Al-Lahab : 1 – 4).
Abu Lahab ketika itu tidak sendiri, ada lagi kawan setianya Abu Jahal, Walid bin Mughirah Al-Makhzumi, ‘Ash bin Wail As-Sahmi, Amru bin Hisyam, Abdul Azza, Nadhar bin Harits, Uqbah bin Abi Mui’th, Ubay bin Khalaf, Umayyah bin Khalaf, dan lain-lain.
Tentang Abu Jahal
Nama aslinya Abdul Hakam bin Hisyam. Sejak sama-sama remaja Abu Jahal senantiasa mengolok-olok Muhammad. Pernah juga keduanya berkelahi, Abu Jahal kalah dan terkilir lututnya. Ia sangat dendam kepada Muhammad.
Abu Jahal pernah melamar Khadijah binti Khuwailid, tetapi Khadijah menolak lamaran tersebut. Beberapa bulan kemudian, Muhammad meminang Khadijah dan langsung diterima. Hati Abu Jahal semakin dengki kepada Muhammad. Setelah orang-orang lemah masuk Islam, Abu Jahal memproklamirkan dirinya sebagai preman kota Makkah. Orang-orang dhuafa yang masuk Islam semua mendapat penyiksaan pedih dari Abu Jahal. Yasir dan irtirnya Sumiyyah mendapat siksa sampai syahid di tangan Abu Jahal.
Isra’ Mi’raj terjadi pada 27 Rajab, tahun ke-12 dari kenabian atau 2 tahun sebelum Hijriyah. Setelah Isra’ Mi’raj Rasulullah mengajak manusia supaya percaya kepada kisah perjalanan yang menakjubkan itu. Banyak orang yang tidak percaya, termasuk Abu Jahal. “Bohong kau Muhammad, bagaimana mungkin dalam satu malam saja kamu bisa ke Baitul Maqdis? Kalau kau benar-benar sampai di sana, coba kau ceritakan apa yang kau lihat dalam perjalanan.” Muhammad bercerita sesuai dengan yang dilihatnya secara akurat. Orang ramai membenarkan kecuali segelintir para munafiq dan Abu Jahal. “Itu sihir yang nyata!”, teriak Abu Jahal.
Kemudian Abu Jahal dan anak buahnya selalu menganggu orang-orang yang shalat. Mereka sering melemparkan orang-orang shalat dnegan tahi unta, kotoran kambing, dan sebagainya. Mereka ramai dan sering mengejek orang-orang Islam dan Muhammad SAW, namun demikian, nabi dan pengikutnya tetap bersabar dan tidak melawan orang jahil yang berkelompok itu.
Suatu hari, Abu Jahal sendiri yang ingin membinasakan Nabi Muhammad SAW. Ketika nabi sedang sujud, Abu Jahal muncul mengendap-ngendap dengan batu besar di tangannya. Ia ingin menghantam kepala nabi agar pecah. Tiba-tiba ia melihat seekor unta raksasa yang ingin menelannya. Abu Jahal ketakutan sambil melepaskan batu dan lari terbirit-birit, sampai terkencing dan terberak dalam celana. Sampai di rumah ia pingsan beberapa saat.
Dasar orang jahil, Abu Jahal belum merasa jera, ia terus merongrong Muhammad, dan dia pula yang merancang siasat agar Muhammad dibunuh atau diusir dari Makkah. Ketika Muhammad telah hijrah, Abu Jahal berpesta pora. Ia merasa dirinya sudah menang dan merasa cukup. Allah berfirman tentang Abu Jahal ini, “Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas. Karena dia melihat dirinya serba cukup.” (QS. Al-‘Alaq : 6 – 7). [Sumber : Koran Serambi Indonesia, sekitar tahun 1990-an /IslamPos]