Senin, 25 Mei 2020

#Bulughul_Maram #20

#Kitab_Thaharah

#Bab_Membersihkan_Najis_dan_Penjelasannya

[Cara membersihkan pakaian dari darah haid]

30. Dari Asma' binti Abu Bakar -radhiyallahu'anhuma-, Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam- bersabda berkenaan dengan pakaian yang terkena darah haid :

تَحُتُّهُ, ثُمَّ تَقْرُصُهُ بِالْمَاءِ, ثُمَّ تَنْضَحُهُ, ثُمَّ تُصَلِّي فِيهِ

"Bersihkan darah yang menggenai pakaiannya dengan menggosoknya dengan jari, lalu memercikinya dengan air. Kemudian shalat dengan pakaian tersebut." (Muttafaqun 'alaihi)

Pelajaran hadits :

1. Asma' binti Abu Bakar -radhiyallahu'anhuma- adalah salah seorang sahabiyah yang awal masuk islam, dinikahi oleh Az-Zubair bin Al-Awwam, berhijrah ke Madinah dalam keadaan mengandung Abdullah bin Az-Zubair. Asma' hidup sampai kekhalifahan anaknya Abdullah bin Az-Zubair, kemudian meninggal diumurnya yang ke-100 tahun tidak lama setelah terbunuhnya anaknya tahun 73 H -radhiyallahu'anhuma-.

2. Dalil bahwa darah haid (termasuk darah istihadhah) adalah najis yang wajib dibersihkan baik banyak atau sedikit. Begitu juga darah lainnya secara umum sebagaimana pendapat As-Syafi'i. Adapun darah lainnya jika sedikit atau terus menerus karena luka maka dimaafkan (tidak najis).

3. Dalil wajibnya mencuci pakaian yang terkena darah haid, yaitu dengan menghilangkan zat darah dan baunya dengan cara menggosok, kemudian mencucinya dengan air sampai bersih dan tidak dipersyaratkan jumlah tertentu dalam mencuci. Adapun jika bau dan darahnya sudah hilang namun tersisa bekasnya berupa warna, maka tidak mengapa.

4. Dalil bolehnya shalat dengan pakaian yang sudah terkena haid jika pakaian itu sudah bersih.

5. Air adalah zat yang paling cocok menghilangkan najis, walaupun menggunakan cairan lainnya juga boleh sebagaimana pendapat ulama.

6. Gambaran kehidupan para sahabat dimana istri mereka hanya mempunyai satu pakaian saja yang digunakan saat haid dan juga digunakan shalat. Walaupun demikian, mereka orang yang paling bahagia karena hakikat kekayaan adalah kaya hati, bukan kaya harta. Hari ini betapa banyak yang punya pakaian tapi tidak pernah mensyukuri dan masih merasa belum cukup.

7. Sedikitnya pakaian sama sekali bukan penghalang untuk tidak shalat, berbeda hari ini dimana banyak yang mempunyai pakaian yang bagus dan bersih tapi tetap juga meninggalkan shalat, semoga Allah memberikan mereka hidayahNya.

Wallahu a'lam.

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi -hafidzahullah-
_________________
Ayo bergabung di channel telegram bulughul_maram

https://telegram.me/bulughul_maram

Tidak ada komentar:

Posting Komentar